Arsip Dokumen
Salam Sehat

Health is not Everything, but Everything Without Health is Nothing

Pengunjung Blog

Archive for March, 2011

Tugas Komputer Epid

Salam Sehat,  ( boleh kok sambil dengering instrument made by myself  with my old keyboard. [klik SONG_001]

Sebagai bahan latihan dan melatih keterampilan dalam analisis data penelitian eidemiologi dan kesehatan, maka kerjakan latihan soal berikut (terlampir)sesuai dengan brief proposal yang ada.

download file latihan

Share on Facebook

Peminatan Entomologi Kesehatan (Surveilans Vektor dan Reservoir Penyakit)

Assaklamu’alaikum

Salam Sehat

 

Penyakit tular vektor di Indonesia masih menjadi masala kesehatan di masyarakat, dan sering menimbulkan kondisi wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa daerah. Sebut saja Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, dan penyakit lain seperti filariasis.

Pengamatan terhadap keberadaan vektor ( surveilans vektor) merupakan kegiatan yang penting. Surveilans vektor harus dilakukan secara kontinu dan sistematis. Sebab dengan kegiatan surveilans vektor yang baik, maka indikator tentang kewaspadaan dini penyakit tersebut dapat diketahui lebih awal, sehingga fenomena wabah/ KLB dapat dicegah. Surveilans vektor juga dapat mengidentifikasi adanya permasalahan terkait dengan peyakit tular vektor yang terjadi disuatu wilayah.

Sebagai calon entomologis, maka kemampuan tersebut diatas harus dikuasainya. Berikut latihan pengolahan dan analisis data surveilans terkait penyakit tular vektor.

download File Latihan

 

 

Share on Facebook

Prinsip Dasar Pemberantasan Penyakit 2011 [Assignment Part-2)

Assignment Part-2

Buatlah penjelasan tentang prinsip Control Disease pada “Air Borne Disease” dan beri contoh salah satu penyakitnya dan prinsip control diseases nya.

 

refference

1. Slide

2.Nyoman Kandun “Manual Pemberantasan Penyakit Menular”

3. http://who.int

4. http://search.ebscohost.com

Share on Facebook

Prinsip Dasar Pemberantasan Penyakit 2011 [Assignment Part-1)

Masalah kesehatan, khususnya penyakit menular merupakan masalah kesehatan yang utama, terutama di negara-negara berkembang (developing countries) seperti Indonesia. Setiap penyakit mempunya mekanisme penularan yang spesifik. Berdasarkan cara penularannya maka penyakiot menular dapat dikategorikan antara lain sebagai berikut :

1. Penyakit “Food And Water Borne Disease”  atau penyakit yang menular melalui perantara makanan dan minuman.

2. Penyakit “Air Borne disease” atau penyakit yang penularannya melalui udara. dan ini sangat berbahaya karena proses penularannya sangat cepat.

3. Penyakit “Kontak langsung” dimana penularan penyakit ini terjadi karena adanya kontak langsung dengan penderita.

4. Penyakit” Vektor Borne Disease” atau penyakit yang penularannya melalui peranan vektor (serangga), seperti DBD, Malaria, Filariasis dll.

Control Disease tidak akan pernah sukses jika hanya mengandalkan strategi kuratif (pengobatan) saja. Mengapa demikian …? Sejarah telah membuktikan bahwa dengan hanya mengandalkan kuratif saja penanganan penyakit di masyarakat gagal total, padahal dana untuk program kuratif tersebut luar biasa besar, namun hasilnya jauh dari yang kita harapkan.

Program Control  Disease, (saya lebih nyaman pakai istilah ini dari pada pemberantasan penyakit) adalah suatu kegiatan yang sifatnya komprehensif dalam rangka menghentikan penyakit yang sedang berlangsung dan mencegah suaya penyakit tidak terjadi. Oleh karena itu prinsip dari “control Disease adalah tindakan terhadap:

1. Penderita

2. Contak person

3. Lingkungan

4. Vektor (khususnya pada penyakit “vector borne disease” )

Kegiatan tersebut harus dilakukan secara bersama2, dengan tujuan segera memutus mata ranta penularan.

 

Tugas  Part-1

Jelaskan prinsip pemberantasan terhadap penyakit “Food and Water Borne Disease”.

Berikan salah satu  contoh penyakit “Food and Water Borne Disease” dan bagaimanaprinsip pemberantasannya.

 

refference

1. Nyoman Kandun “Manual Pemberantasan Penyakit Menular”

2. http://who.int

3. http://search.ebscohost.com

Share on Facebook

Are People Who Speak More Than One Language Smarter? Katanya Begitu…..menurut hasil penelitian…!!


In the early nineteen fifties, researchers found that people scored lower on intelligence tests if they spoke more than one language. Research in the sixties found the opposite. Bilingual people scored higher than monolinguals, people who speak only one language. So which is it?

Researchers presented their newest studies last month at a meeting of the American Association for the Advancement of Science. The latest evidence shows that being bilingual does not necessarily make people smarter. But researcher Ellen Bialystok says it probably does make you better at certain skills.

ELLEN BIALYSTOK: “Imagine driving down the highway. There’s many things that could capture your attention and you really need to be able to monitor all of them. Why would bilingualism make you any better at that?”

And the answer, she says, is that bilingual people are often better at controlling their attention — a function called the executive control system.

ELLEN BIALYSTOK: “It’s quite possibly the most important cognitive system we have because it’s where all of your decisions about what to attend to, what to ignore, what to process are made.”

Ms. Bialystok is a psychology professor at York University in Toronto, Canada. She says the best method to measure the executive control system is called the Stroop Test. A person is shown words in different colors. The person has to ignore the word but say the color. The problem is that the words are all names of colors.

ELLEN BIALYSTOK: “So you would have the word blue written in red, but you have to say red. But blue is so salient, it’s just lighting up all these circuits in your brain, and you really want to say blue. So you need a mechanism to override that so that you can say red. That’s the executive control system.”

Her work shows that bilingual people continually practice this function. They have to, because both languages are active in their brain at the same time. They need to suppress one to be able to speak in the other.

This mental exercise might help in other ways, too. Researchers say bilingual children are better able to separate a word from its meaning, and more likely to have friends from different cultures. Bilingual adults are often four to five years later than others in developing dementia or Alzheimer’s disease.

Foreign language study has increased in the United States. But linguist Alison Mackey at Georgetown University points out that English-speaking countries are still far behind the rest of the world.

ALISON MACKEY: “In England, like in the United States, bilingualism is seen as something special and unique and something to be commented on and perhaps work towards, whereas in many other parts of the world being bilingual is just seen as a natural part of life.”

source : VOA News

Share on Facebook
Kalender
March 2011
M T W T F S S
« Feb   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Komentator
    Skip to toolbar